Terakhir diperbarui: Oktober 2026 | SeaMoneyTips
Ringkasan
Suku bunga deposito terbaik di bank Indonesia pada Oktober 2026 berada di kisaran 4,00% sampai 5,50% per tahun untuk penempatan Rp 100 juta dengan tenor 12 bulan, dengan bank digital dan BPR di batas atas. Angka itu harus dibandingkan dengan batas penjaminan LPS, bukan hanya dengan bunga tertinggi di halaman promo. LPS baru menetapkan tingkat bunga penjaminan 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum untuk periode 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027. Deposito dengan bunga di atas batas itu tetap membayar bunga penuh, tetapi simpanannya di luar cakupan penjaminan LPS.
Artikel ini memandu cara memilih deposito terbaik 2026 secara utuh: rentang bunga pasar, cara mengeceknya sendiri, pajak final 20%, jaminan LPS, dan simulasi perhitungan untuk tiga nominal populer.
Berapa Bunga Deposito Terbaik 2026 di Bank Indonesia?
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada September 2026, sementara inflasi tahunan tercatat 3,19% pada Agustus 2026. Dalam situasi seperti ini, bank punya ruang untuk menawarkan bunga deposito yang kompetitif, tetapi tidak agresif. Rata-rata bunga deposito bank umum untuk tenor 12 bulan bergerak di kisaran 3,50% sampai 4,50%, sementara bank digital dan BPR bisa menawarkan 5,00% sampai 5,50% untuk nominal besar.
Perlu dicatat bahwa angka di brosur bank sering memakai asumsi yang berbeda: ada yang memasang bunga untuk penempatan Rp 1 miliar, ada yang hanya untuk tenor 1 bulan dengan syarat dana baru. Karena itu angka pembanding yang paling jujur adalah tabel bunga sesuai tenor dan nominal yang benar-benar Anda miliki, bukan headline di halaman utama.
Kisaran Bunga per Jenis Bank
| Jenis bank | Kisaran bunga 12 bulan (2026) | Catatan |
|---|---|---|
| Bank BUMN (persero) | 3,50% sampai 4,25% | Bunga cenderung lebih rendah, likuiditas dan jaringan cabang kuat |
| Bank swasta nasional | 3,75% sampai 4,75% | Selisih bunga antar tier nominal cukup besar |
| Bank digital | 4,50% sampai 5,50% | Pembukaan rekening online, promo biasanya berbatas nominal dan waktu |
| BPR dan BPRS | 5,00% sampai 6,25% | Batas penjaminan LPS lebih tinggi, tetapi jangkauan layanan terbatas |
Bank BUMN umumnya menjadi pilihan konservatif karena jaringan cabang dan layanan tatap muka, sedangkan bank digital unggul karena setoran awal kecil dan proses pembukaan rekening lewat aplikasi. Rentang angka di atas adalah gambaran pasar deposito terbaik 2026, bukan penawaran resmi. Suku bunga deposito berubah setiap bulan mengikuti likuiditas industri.
Mengapa Bunga Tidak Bisa Terlalu Tinggi
Batas penjaminan LPS adalah 3,75% untuk simpanan rupiah di bank umum dan 6,25% untuk simpanan rupiah di BPR, berlaku 1 Oktober 2026 sampai 31 Januari 2027. Setiap deposito yang bunganya melebihi batas tersebut tetap mendapat bunga sesuai perjanjian, tetapi dana simpanan itu tidak lagi masuk cakupan penjaminan LPS karena tidak memenuhi salah satu dari tiga kriteria yang disingkat 3T, yaitu tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank.
Dalam praktiknya, bank yang menawarkan bunga jauh di atas batas LPS biasanya sedang mengejar dana dengan cara yang mahal. Untuk nasabah, risiko utamanya bukan bunga yang gagal dibayar, tetapi hilangnya jaring pengaman ketika bank bermasalah. Jika prioritas Anda keamanan, menahan diri di bawah batas LPS lebih rasional daripada mengejar selisih 0,5%.
Cara Cek Bunga Deposito Terbaik Secara Mandiri
Bunga tertinggi belum tentu terbaik. Empat langkah berikut membuat perbandingan deposito terbaik Anda tetap berbasis data dan bukan promosi.
1. Cek tabel bunga sesuai nominal dan tenor Anda
Setiap bank menerbitkan tabel bunga deposito berdasarkan nominal penempatan dan tenor. Misalnya, untuk penempatan Rp 10 juta dengan tenor 1 bulan, salah satu bank besar memasang bunga 2,75% per tahun, dengan bunga sekitar Rp 22.603 dan pajak 20% sekitar Rp 4.521, sehingga total akumulasi menjadi sekitar Rp 10.018.082. Bunga tertinggi biasanya baru muncul pada tier nominal Rp 100 juta ke atas.
2. Bandingkan angka netto, bukan bruto
Semua deposito nasabah perorangan dikenakan pajak penghasilan final 20% dari bunga kotor. Bunga bruto 4,50% per tahun setara dengan sekitar 3,60% setelah pajak. Selalu hitung angka netto karena itu yang benar-benar Anda terima.
3. Periksa status bank peserta penjaminan
Setiap bank peserta penjaminan terdaftar di situs LPS. Daftar peserta bisa diperiksa langsung, dan bank yang tidak tercatat berarti simpanan Anda tidak dijamin sama sekali. Langkah ini hanya butuh dua menit, tetapi menghindarkan Anda dari risiko yang tidak perlu.
4. Tinjau syarat promosi dan biaya administrasi
Bunga promo sering mensyaratkan dana baru, tidak boleh ada penarikan sebelum jatuh tempo, atau berlaku hanya untuk satu periode. Beberapa bank juga mengenakan biaya provisi untuk penerimaan valuta asing seperti dolar AS dan dolar Singapura, di samping biaya administrasi bulanan pada rekening terkait.
Simulasi Bunga Deposito untuk Tiga Nominal
Berikut perhitungan dengan asumsi bunga 3,75% per tahun dan tenor 12 bulan, memakai rumus bunga deposito harian yang menghitung tenor dengan basis 365 hari.
| Nominal | Bunga kotor 12 bulan | Pajak final 20% | Bunga bersih | Total saat jatuh tempo |
|---|---|---|---|---|
| Rp 10.000.000 | Rp 375.000 | Rp 75.000 | Rp 300.000 | Rp 10.300.000 |
| Rp 100.000.000 | Rp 3.750.000 | Rp 750.000 | Rp 3.000.000 | Rp 103.000.000 |
| Rp 500.000.000 | Rp 18.750.000 | Rp 3.750.000 | Rp 15.000.000 | Rp 515.000.000 |
Untuk tenor 6 bulan dengan bunga yang sama, bunga bersih deposito Rp 100 juta turun menjadi sekitar Rp 1.495.890 karena periode bunga lebih pendek. Untuk tenor 90 hari, bunga bersih berada di sekitar Rp 739.726. Angka-angka ini menunjukkan dua hal. Pertama, memperpanjang tenor memberi tambahan bunga yang nyata. Kedua, tarif pajak 20% mengambil seperlima dari bunga, sehingga deposito bertenor pendek dengan bunga kecil sering terasa tidak sepadan setelah biaya administrasi.
Bunga deposito juga perlu ditempatkan dalam konteks daya beli. Dengan bunga bersih 3,00% dan inflasi 3,19% pada Agustus 2026, deposito berfungsi sebagai penjaga nilai, bukan alat pertumbuhan. Instrumen bertenaga lebih tinggi seperti pasar uang, obligasi negara, atau saham sebaiknya dipertimbangkan untuk dana dengan horizon lebih dari tiga tahun.
Deposito vs Alternatif yang Lebih Menjanjikan
Deposito cocok untuk dana yang harus utuh nilainya, misalnya dana darurat lapis kedua atau dana yang akan dipakai dalam 6 sampai 12 bulan. Jika horizon Anda lebih panjang, membandingkan deposito dengan instrumen lain akan memberi gambaran yang lebih lengkap.
| Instrumen | Perkiraan imbal hasil bersih 2026 | Risiko | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Deposito berjangka | 3,00% sampai 4,40% | Sangat rendah, dijamin LPS sampai Rp 2 miliar | Dana kurang dari 1 tahun |
| Reksa dana pasar uang | 3,50% sampai 4,50% | Rendah, nilai unit bisa bergerak tipis | Dana 6 sampai 12 bulan yang butuh fleksibilitas |
| Obligasi negara ritel | 5,50% sampai 6,50% | Rendah sampai menengah, ada risiko suku bunga | Dana 2 sampai 5 tahun |
| Saham dan reksa dana saham | Beragam, bisa dua digit atau negatif | Tinggi | Dana lebih dari 5 tahun |
Perbandingan ini bukan ajakan meninggalkan deposito. Pesan praktisnya sederhana: gunakan deposito untuk keranjang keamanan, lalu tempatkan sisa dana di instrumen lain sesuai jangka waktu. Detail perbandingan instrumen pendapatan tetap tersedia di artikel perbandingan reksa dana dan deposito, sementara pembahasan potensi emas bisa dibaca di emas vs reksa dana.
Pajak, Jaminan, dan Hal yang Sering Terlewat
Pajak final 20% dipotong otomatis
Bank memotong pajak 20% dari bunga saat pembayaran, baik bunga dibayar bulanan maupun saat jatuh tempo. Pajak ini berlaku untuk deposito dengan nilai pokok lebih dari Rp 7,5 juta. Untuk pokok Rp 7,5 juta atau lebih kecil, tidak ada pemotongan pajak. Rincian rumus dan contoh kasus per bank dibahas di panduan cara hitung bunga deposito, sedangkan aspek pelaporan lainnya ada di artikel pajak instrumen investasi.
Batas jaminan Rp 2 miliar per nasabah per bank
LPS menjamin simpanan sampai Rp 2 miliar per nasabah per bank. Data Agustus 2026 menunjukkan 99,94% rekening nasabah bank umum memiliki saldo sampai Rp 2 miliar sehingga seluruh simpanannya masuk nilai penjaminan. Jika dana Anda di satu bank melebihi batas itu, memecah penempatan ke dua bank berbeda adalah cara paling sederhana untuk memperluas cakupan penjaminan.
Jatuh tempo otomatis dan rollover
Banyak deposito otomatis diperpanjang dengan bunga yang berlaku saat perpanjangan. Bunga itu bisa lebih rendah daripada bunga periode sebelumnya. Catat tanggal jatuh tempo di kalender, karena membiarkan deposito berputar sendiri sama dengan membuang peluang negosiasi bunga untuk dana besar.
Untuk melengkapi keputusan, sesuaikan nominal deposito dengan rencana pengeluaran bulanan yang dibahas di artikel biaya hidup Indonesia dan dengan target dana darurat ideal. Dana yang sudah dipastikan tidak dipakai setidaknya satu tahun paling cocok ditempatkan di deposito bertenor 12 bulan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa bunga deposito terbaik 2026 di bank Indonesia?
Untuk tenor 12 bulan, bunga deposito bank umum biasanya berkisar 3,50% sampai 4,50%, sementara bank digital dan BPR bisa menawarkan 5,00% sampai 5,50% untuk nominal besar. Angka maksimum untuk simpanan rupiah di bank umum adalah 3,75% (Oktober 2026), karena di atas level itu dana Anda tidak lagi dijamin LPS.
Apakah semua deposito dijamin LPS?
Tidak. LPS menjamin sampai Rp 2 miliar per nasabah per bank, dan hanya jika tiga kriteria 3T terpenuhi: tercatat dalam pembukuan bank, bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan, dan nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank. Deposito dengan bunga di atas batas penjaminan tetap dibayar oleh bank, tetapi tidak dijamin LPS.
Berapa pajak bunga deposito?
Pajak penghasilan final sebesar 20% dari bunga kotor, dipotong langsung oleh bank. Pajak ini tidak berlaku untuk deposito dengan pokok Rp 7,5 juta atau lebih kecil. Bunga bersih yang Anda terima sama dengan bunga kotor dikalikan 0,80.
Mana yang lebih baik, deposito 1 bulan atau 12 bulan?
Tenor 12 bulan memberi bunga lebih tinggi dan menghindari rollover berulang, tetapi dana terkunci. Tenor 1 bulan cocok jika Anda membutuhkan fleksibilitas atau mengharapkan bunga naik dalam beberapa bulan. Deposito berjenjang, yaitu memecah dana ke beberapa tenor, adalah kompromi yang paling sering dipakai.
Apa itu deposito berjenjang?
Deposito berjenjang adalah strategi membagi dana ke beberapa deposito dengan tenor berbeda, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Karena jatuh tempo tersebar sepanjang tahun, Anda tidak pernah mengejar waktu ketika butuh dana mendadak, dan setiap jatuh tempo bisa dinegosiasikan ulang jika bunga pasar naik.
Apakah bunga deposito bisa dinegosiasi?
Bisa, terutama untuk penempatan besar. Bank umum biasanya memiliki tingkat bunga khusus untuk nominal di atas tier tertentu, misalnya Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar. Negosiasi dilakukan dengan relationship manager, bukan lewat aplikasi, dan hasilnya bergantung pada kebutuhan likuiditas bank saat itu.
Kenapa deposito bank digital bunganya lebih tinggi?
Bank digital tidak memiliki jaringan cabang sehingga biaya operasionalnya lebih rendah, dan sebagian masih berada di fase pertumbuhan yang butuh dana pihak ketiga. Karena itu mereka menawarkan bunga di batas atas pasar. Perlu diperhatikan bahwa sebagian bunga tinggi berbentuk promo dengan syarat dana baru dan nominal maksimum.
Kesimpulan
Deposito terbaik 2026 bukan yang bunganya paling tinggi di brosur, tetapi yang paling sesuai dengan tiga hal: nominal dana, jangka waktu, dan toleransi risiko Anda. Bandingkan angka netto setelah pajak 20%, pastikan bank merupakan peserta penjaminan LPS, dan periksa apakah bunga yang ditawarkan masih berada di bawah batas penjaminan 3,75% untuk bank umum. Untuk panduan literasi keuangan dari otoritas, Anda bisa membaca materi di Sikapi Uangmu OJK, informasi penjaminan simpanan di halaman resmi LPS, dan data suku bunga penjaminan terbaru di perkembangan suku bunga LPS. Referensi tambahan untuk perencanaan tabungan jangka panjang ada di panduan tabungan pendidikan anak.
Tentang Penulis
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial SeaMoneyTips yang berfokus pada edukasi keuangan personal untuk masyarakat Indonesia dan Singapura. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui halaman tentang kami.
Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan bukan nasihat keuangan. Suku bunga, tarif pajak, dan kebijakan penjaminan dapat berubah. Selalu konfirmasi angka terkini kepada bank dan lembaga resmi sebelum mengambil keputusan.