Cara Hitung Bunga Deposito Bank Indonesia 2026: Rumus dan Contoh
Terakhir diperbarui: Juli 2026 | SeaMoneyTips
Ringkasan
Bunga deposito dihitung dengan rumus Pokok x Suku Bunga x (Hari Tenor / 365). Pajak final 20% dipotong dari bunga kotor. Contoh: Rp 100 juta dengan bunga 5% setahun selama 12 bulan menghasilkan bunga kotor Rp 5 juta, dan bunga bersih Rp 4 juta setelah pajak. Untuk tenor 3 bulan, bunga kotor sekitar Rp 1,25 juta dan bunga bersih sekitar Rp 1 juta. Rumus bunga bersih adalah Bunga Kotor x 0,80. Artikel ini menjelaskan rumus lengkap, contoh perhitungan untuk BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan tips memaksimalkan return deposito di tahun 2026.
Apa Itu Deposito dan Cara Kerjanya
Deposito adalah produk simpanan bank dengan jangka waktu tertentu yang memberikan bunga tetap kepada nasabah. Berbeda dengan tabungan biasa yang bisa ditarik kapan saja, deposito mengunci dana Anda sampai tanggal jatuh tempo. Jika Anda menarik dana sebelum jatuh tempo, biasanya ada penalti berupa pemotongan bunga sehingga Anda hanya menerima bunga sekitar 0,5% saja.
Cara kerja deposito cukup sederhana. Pertama, Anda menyetorkan sejumlah dana ke bank, minimal biasanya Rp 8 juta untuk deposito konvensional. Kedua, Anda memilih tenor atau jangka waktu, biasanya 1, 3, 6, atau 12 bulan. Ketiga, bank menetapkan suku bunga tetap yang berlaku selama tenor tersebut. Keempat, pada saat jatuh tempo, Anda menerima pokok ditambah bunga.
Deposito di Indonesia dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. Syarat penjaminan LPS adalah bunga deposito tidak melebihi batas bunga penjaminan yang ditetapkan LPS setiap bulan, dan dana tercatat di bank yang berpartisipasi dalam program penjaminan LPS. Inilah mengapa cara hitung bunga deposito juga harus mempertimbangkan batas bunga LPS agar dana Anda tetap dijamin.
Deposito cocok untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, seperti dana darurat ideal yang melebihi kebutuhan 6 bulan, atau dana yang menunggu untuk strategi diversifikasi investasi ke instrumen lain. Bunga deposito memang lebih rendah dibanding reksa dana saham, tetapi risikonya juga jauh lebih kecil. Anda bisa membaca perbandingan reksa dana dan deposito untuk memahami perbedaannya lebih dalam.
Rumus Menghitung Bunga Deposito
Rumus dasar menghitung bunga deposito adalah sebagai berikut:
Bunga Kotor = Pokok x Suku Bunga x (Hari Tenor / 365)
Setelah itu, bunga kotor dikenakan pajak final 20% untuk deposito di atas Rp 7,5 juta. Rumus bunga bersih yang Anda terima adalah:
Bunga Bersih = Bunga Kotor x 0,80
Atau bisa ditulis juga: Bunga Bersih = Bunga Kotor - (Bunga Kotor x 20%). Untuk deposito dengan nilai Rp 7,5 juta atau lebih kecil, tidak ada pajak sehingga bunga bersih sama dengan bunga kotor.
Beberapa hal penting yang perlu dipahami tentang rumus ini. Pertama, suku bunga yang bank tawarkan adalah suku bunga tahunan (per annum), jadi harus disesuaikan dengan tenor. Kedua, pembagi 365 digunakan untuk menghitung bunga harian, meskipun ada bank yang menggunakan 360 hari. Ketiga, pajak 20% adalah pajak penghasilan final (PPh) yang dipotong langsung oleh bank saat pembayaran bunga.
Contoh Perhitungan Bunga Deposito
Mari kita lihat contoh konkret dengan tiga nominal berbeda, menggunakan suku bunga 5% per tahun dan tenor 12 bulan (365 hari).
Contoh 1: Deposito Rp 10 juta, bunga 5%, tenor 12 bulan
- Bunga Kotor = Rp 10.000.000 x 5% x (365/365) = Rp 500.000
- Pajak 20% = Rp 100.000
- Bunga Bersih = Rp 500.000 - Rp 100.000 = Rp 400.000
- Total diterima saat jatuh tempo = Rp 10.400.000
Contoh 2: Deposito Rp 50 juta, bunga 5%, tenor 12 bulan
- Bunga Kotor = Rp 50.000.000 x 5% x (365/365) = Rp 2.500.000
- Pajak 20% = Rp 500.000
- Bunga Bersih = Rp 2.500.000 - Rp 500.000 = Rp 2.000.000
- Total diterima saat jatuh tempo = Rp 52.000.000
Contoh 3: Deposito Rp 100 juta, bunga 5%, tenor 12 bulan
- Bunga Kotor = Rp 100.000.000 x 5% x (365/365) = Rp 5.000.000
- Pajak 20% = Rp 1.000.000
- Bunga Bersih = Rp 5.000.000 - Rp 1.000.000 = Rp 4.000.000
- Total diterima saat jatuh tempo = Rp 104.000.000
Sekarang mari kita lihat contoh dengan tenor 3 bulan (90 hari) untuk deposito Rp 100 juta:
- Bunga Kotor = Rp 100.000.000 x 5% x (90/365) = Rp 1.232.877
- Pajak 20% = Rp 246.575
- Bunga Bersih = Rp 1.232.877 - Rp 246.575 = Rp 986.302
- Total diterima saat jatuh tempo = Rp 100.986.302
Dari contoh di atas, terlihat bahwa semakin besar pokok deposito, semakin besar juga bunga yang diperoleh. Namun suku bunga tahunan tetap menjadi faktor terpenting. Perbedaan bunga 1% saja bisa memberikan dampak signifikan, terutama untuk pokok deposito yang besar.
Suku Bunga Deposito Bank Indonesia 2026
Suku bunga deposito di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan moneter Bank Indonesia, khususnya BI 7-day Reverse Repo Rate (BI Rate). BI Rate adalah suku bunga acuan yang digunakan Bank Indonesia untuk mengontrol inflasi dan nilai tukar Rupiah. Ketika BI Rate naik, suku bunga deposito bank umumnya juga ikut naik, dan sebaliknya.
Di tahun 2026, BI Rate diperkirakan berada di kisaran 5,5% hingga 6,0% per tahun. Namun, suku bunga deposito yang bank berikan kepada nasabah biasanya lebih rendah dari BI Rate karena bank membutuhkan margin (selisih) untuk biaya operasional dan keuntungan. Berikut adalah perkiraan suku bunga deposito dari beberapa bank besar di Indonesia untuk tahun 2026:
Perbandingan Suku Bunga Bank
| Bank | Suku Bunga Deposito (per tahun) | Minimum Deposit | Garansi LPS |
|---|---|---|---|
| BCA | 2,50% | Rp 8 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
| Mandiri | 3,00% | Rp 8 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
| BNI | 3,00% | Rp 8 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
| BRI | 3,00% | Rp 8 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
| CIMB Niaga | 3,25% | Rp 1 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
| Bank Jago | 3,50% | Rp 1 juta | Ya, hingga Rp 2 miliar |
Catatan: Suku bunga di atas adalah perkiraan untuk tenor 12 bulan dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan masing-masing bank. Bank digital seperti Bank Jago dan CIMB Niaga umumnya menawarkan bunga lebih tinggi karena biaya operasional yang lebih rendah dibanding bank konvensional. Selalu cek suku bunga terbaru langsung di website atau aplikasi bank sebelum membuka deposito.
Faktor Yang Mempengaruhi Bunga Deposito
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi suku bunga deposito di Indonesia antara lain:
- BI Rate: Suku bunga acuan Bank Indonesia adalah faktor paling penting. Ketika BI Rate naik, bank umumnya menaikkan suku bunga deposito untuk menarik dana nasabah. Sebaliknya, ketika BI Rate turun, suku bunga deposito juga cenderung turun.
- Inflasi: Bank Indonesia menjaga suku bunga agar tetap di atas tingkat inflasi. Jika inflasi tinggi, BI Rate cenderung naik, yang juga mendorong kenaikan suku bunga deposito.
- Kondisi likuiditas bank: Bank yang membutuhkan dana segar untuk memenuhi rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) biasanya menawarkan bunga deposito lebih tinggi untuk menarik nasabah.
- Jangka waktu (tenor): Deposito dengan tenor lebih panjang biasanya mendapat bunga lebih tinggi dibanding tenor pendek, karena bank bisa menggunakan dana tersebut lebih lama.
- Jumlah deposito: Beberapa bank memberikan bunga lebih tinggi untuk deposito dengan nominal besar, biasanya di atas Rp 500 juta atau Rp 1 miliar.
- Kompetisi antar bank: Bank digital yang baru biasanya menawarkan bunga lebih agresif untuk menarik nasabah dari bank incumbent.
- Kondisi ekonomi global: Kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS juga mempengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam menetapkan BI Rate.
Memahami faktor-faktor ini membantu Anda memilih waktu yang tepat untuk membuka deposito. Jika BI Rate sedang dalam tren naik, mungkin lebih baik memilih tenor pendek agar bisa memperpanjang dengan bunga yang lebih tinggi nanti. Sebaliknya, jika BI Rate diperkirakan turun, tenor panjang akan mengunci bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Pajak Bunga Deposito
Pajak bunga deposito di Indonesia adalah pajak penghasilan (PPh) final sebesar 20% yang berlaku untuk deposito dengan nilai di atas Rp 7,5 juta. Untuk deposito Rp 7,5 juta atau lebih kecil, bunga tidak dikenakan pajak. Pajak ini dipotong langsung oleh bank saat pembayaran bunga, sehingga Anda tidak perlu melaporkannya secara terpisah dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
Contoh perhitungan pajak: Jika bunga kotor deposito Anda adalah Rp 5.000.000, maka pajak yang dipotong adalah Rp 1.000.000 (20% x Rp 5.000.000), dan bunga bersih yang Anda terima adalah Rp 4.000.000. Bank akan menerbitkan bukti potong pajak yang bisa Anda simpan sebagai dokumentasi.
Beberapa hal penting tentang pajak deposito yang perlu diketahui:
- Pajak 20% berlaku untuk nasabah perorangan (WNI). Untuk WNA, tarifnya bisa berbeda tergantung perjanjian pajak antara Indonesia dan negara asal.
- Deposito valas (mata uang asing) juga dikenakan pajak 20% dengan ketentuan yang sama.
- Pajak dipotong setiap kali bunga dibayarkan, baik bulanan maupun saat jatuh tempo, tergantung opsi yang dipilih.
- Bukti potong pajak dari bank bisa diunduh melalui internet banking atau diminta di cabang.
Karena pajak sudah dipotong final di tingkat bank, bunga deposito yang masuk ke rekening Anda adalah bunga bersih siap pakai. Tidak ada kewajiban pelaporan tambahan untuk pajak ini. Namun, tetap simpan bukti potong sebagai dokumentasi jika dibutuhkan.
Cara Membuka Deposito Online
Membuka deposito online sekarang jauh lebih mudah berkat internet banking dan mobile banking. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuka deposito online:
- Login ke aplikasi mobile banking atau internet banking bank pilihan Anda. Pastikan rekening Anda sudah terdaftar untuk layanan internet atau mobile banking.
- Pilih menu deposito di aplikasi. Biasanya ada di bagian Investasi, Simpanan, atau Deposito.
- Masukkan nominal deposito sesuai keinginan, minimal Rp 8 juta untuk bank konvensional atau Rp 1 juta untuk bank digital.
- Pilih tenor atau jangka waktu deposito, biasanya 1, 3, 6, atau 12 bulan.
- Konfirmasi suku bunga yang ditampilkan oleh sistem. Pastikan bunga yang ditawarkan masih dalam batas penjaminan LPS.
- Pilih opsi bunga: ARO (Automatic Roll Over) di mana bunga ditambahkan ke pokok, atau non-ARO di mana bunga ditransfer ke rekening tabungan Anda.
- Konfirmasi dan setujui syarat dan ketentuan. Dana akan otomatis dipotong dari rekening tabungan Anda.
- Simpan bukti dan catat tanggal jatuh tempo. Anda akan menerima notifikasi saat bunga dibayarkan dan saat deposito jatuh tempo.
Proses ini biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Beberapa bank juga menawarkan bunga promo untuk nasabah baru atau untuk tenor tertentu, jadi selalu cek penawaran terbaru sebelum membuka deposito.
Setelah deposito jatuh tempo, Anda bisa memperpanjang (roll over) dengan suku bunga yang berlaku saat itu, atau mencairkan pokok ke rekening tabungan. Jika tidak ada instruksi, beberapa bank akan otomatis memperpanjang deposito dengan tenor yang sama dan suku bunga yang berlaku saat itu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa rumus menghitung bunga deposito?
Rumus bunga deposito adalah Bunga Kotor = Pokok x Suku Bunga x (Hari Tenor / 365). Setelah itu, bunga bersih dihitung dengan Bunga Bersih = Bunga Kotor x 0,80 (karena pajak 20%). Contoh: deposito Rp 100 juta dengan bunga 5% selama 12 bulan menghasilkan bunga kotor Rp 5.000.000 dan bunga bersih Rp 4.000.000 setelah pajak.
Berapa pajak bunga deposito di Indonesia?
Pajak bunga deposito adalah 20% (PPh final) yang dipotong langsung oleh bank dari bunga kotor. Pajak ini berlaku untuk deposito dengan nilai di atas Rp 7,5 juta. Untuk deposito Rp 7,5 juta atau lebih kecil, tidak ada pajak. Pajak sudah final, sehingga tidak perlu dilaporkan lagi dalam SPT Tahunan.
Berapa bunga deposito BCA, Mandiri, BNI, dan BRI di 2026?
Untuk tahun 2026, perkiraan suku bunga deposito tenor 12 bulan adalah: BCA sekitar 2,50%, Mandiri sekitar 3,00%, BNI sekitar 3,00%, dan BRI sekitar 3,00% per tahun. Suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan bank dan kondisi BI Rate. Bank digital seperti Bank Jago dan CIMB Niaga biasanya menawarkan bunga lebih tinggi.
Apakah deposito dijamin LPS?
Ya, deposito di bank yang berpartisipasi dalam program LPS dijamin hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank. Syaratnya: bunga deposito tidak melebihi batas bunga penjaminan LPS, dan dana tercatat di bank peserta LPS. Cek status bank Anda di website LPS.
Apa perbedaan bunga deposito dan bunga tabungan?
Bunga deposito biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan karena dana dikunci sampai jatuh tempo. Bunga tabungan bisa diambil kapan saja sehingga bunganya lebih rendah, biasanya 0,1% hingga 1% per tahun. Deposito juga memiliki suku bunga tetap selama tenor, sedangkan bunga tabungan bisa berubah sewaktu-waktu oleh bank.
Bagaimana cara memaksimalkan return deposito?
Untuk memaksimalkan return deposito, pilih bank dengan suku bunga tertinggi yang masih dijamin LPS, pertimbangkan tenor panjang saat BI Rate tinggi, manfaatkan opsi ARO untuk efek bunga berbunga, dan bandingkan penawaran dari beberapa bank. Bank digital sering menawarkan bunga lebih tinggi. Anda juga bisa mempertimbangkan reksa dana campuran terbaik untuk diversifikasi.
Apakah bunga deposito bisa mengalahkan inflasi?
Bunga deposito bersih setelah pajak berkisar 2% hingga 2,8% per tahun di 2026. Jika inflasi sekitar 2,5% hingga 3,5%, return riil deposito bisa negatif. Deposito cocok untuk menjaga nilai uang dengan risiko rendah, bukan untuk pertumbuhan kekayaan jangka panjang. Untuk pertumbuhan jangka panjang, pertimbangkan instrumen dengan return lebih tinggi seperti cara investasi saham untuk pemula.
Kesimpulan
Menghitung bunga deposito sebenarnya tidak sulit jika Anda memahami rumus dasarnya: Bunga Kotor = Pokok x Suku Bunga x (Hari Tenor / 365), dan Bunga Bersih = Bunga Kotor x 0,80. Dengan rumus ini, Anda bisa mengestimasi berapa bunga yang akan diterima dari deposito di bank manapun, baik BCA, Mandiri, BNI, BRI, maupun bank digital. Yang perlu diingat adalah suku bunga deposito di Indonesia berkisar 2,5% hingga 3,5% per tahun di 2026, dengan pajak final 20% untuk deposito di atas Rp 7,5 juta.
Deposito adalah instrumen investasi yang cocok untuk dana dengan risiko rendah dan jangka pendek hingga menengah. Dengan jaminan LPS hingga Rp 2 miliar, deposito memberikan keamanan yang sulit ditandingi instrumen lain. Namun, untuk pertumbuhan kekayaan jangka panjang yang mengalahkan inflasi, Anda perlu mempertimbangkan diversifikasi ke instrumen dengan potensi return lebih tinggi. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyediakan berbagai sumber edukasi untuk membantu Anda memahami pilihan investasi yang tersedia.
Ingatlah bahwa perencanaan keuangan yang baik tidak bergantung pada satu instrumen saja. Kombinasikan deposito untuk likuiditas dan keamanan, dengan reksa dana dan saham untuk pertumbuhan jangka panjang. Dengan pemahaman yang tepat tentang cara hitung bunga deposito, Anda bisa membuat keputusan keuangan yang lebih cerdas dan terinformasi di tahun 2026.
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial SeaMoneyTips yang berfokus pada edukasi keuangan personal untuk masyarakat Indonesia dan Singapura. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui halaman tentang kami.