Skip to content
Home » Blog » Pajak Bunga Deposito 2026: Tarif, Cara Hitung, dan Contoh Perhitungan

Pajak Bunga Deposito 2026: Tarif, Cara Hitung, dan Contoh Perhitungan

Terakhir diperbarui: Oktober 2026 | SeaMoneyTips

Pajak bunga deposito: pajak final atas bunga deposito yang dikenakan langsung di sumber sebelum bunga masuk ke rekening Anda. Tarifnya bertingkat: 10 persen untuk simpanan di bawah Rp 200 juta, 20 persen untuk Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar, dan 30 persen untuk Rp 5 miliar ke atas, berdasarkan UU HPP. Sumber: Direktorat Jenderal Pajak

Ringkasan: Berapa Pajak Bunga Deposito di Tahun 2026?

Sejak 1 Januari 2022, bunga deposito dikenakan pajak final bertingkat sesuai PP 98/2021: 10 persen untuk total simpanan di bawah Rp 200 juta, 20 persen untuk Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar, dan 30 persen untuk Rp 5 miliar ke atas. Dasar pengenaannya adalah total gabungan dana Anda di satu bank, bukan jumlah bunga yang diterima. Rumus perhitungannya sederhana: bunga kena pajak dikali tarif, lalu dipotong langsung oleh bank sebelum bunga diterima. Untuk deposito Rp 100 juta dengan bunga 4 persen per tahun, pajaknya hanya sekitar Rp 33 ribu per bulan, sehingga bunga bersih yang Anda terima sekitar Rp 300.000 per bulan.

Apa Itu Pajak Bunga Deposito?

Pajak bunga deposito adalah pajak penghasilan final Pasal 4 ayat (2). Kata "final" berarti pajak ini mengakhiri kewajiban pajak atas penghasilan tersebut. Anda tidak perlu melaporkannya lagi di SPT Tahunan dan tidak perlu menghitungnya ulang di akhir tahun. Seluruh proses pemotongan dan penyetoran dilakukan oleh bank sebagai pemotong pajak.

Prinsipnya mirip dengan pajak final atas bunga tabungan yang lebih dulu diberlakukan sejak 2008. Bedanya, bunga tabungan hanya dikenakan tarif 20 persen setelah dikurangi biaya administrasi, sementara bunga deposito memakai struktur bertingkat sesuai jumlah simpanan. Dasar hukum utamanya adalah PP 98/2021, yang menggantikan aturan lama tarif tunggal 20 persen sejak 1 Januari 2022.

Tarif Pajak Bunga Deposito 2026: Tiga Tingkatan Berdasarkan Jumlah Simpanan

Ukuran tarifnya bukan besar bunga, melainkan total gabungan dana yang Anda miliki di bank yang sama. Gabungan di sini mencakup tabungan, giro, dan deposito sekaligus. Jadi meskipun Anda menempatkan deposito Rp 150 juta, jika tabungan Anda di bank yang sama Rp 60 juta, totalnya Rp 210 juta dan masuk ke tarif 20 persen.

Total Gabungan Dana di Satu Bank Tarif Pajak Final
Di bawah Rp 200 juta 10 persen
Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar 20 persen
Rp 5 miliar ke atas 30 persen

Tarif ini menggantikan tarif tunggal 20 persen yang berlaku sebelum 2022. Bagi penabung kecil, beban justru turun dari 20 persen menjadi 10 persen. Bagi penempat dana besar, tarif naik hingga 30 persen. Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai bentuk pemerataan: yang menempatkan dana kecil mendapat beban lebih ringan.

Bagaimana Jika Dana Tersebar di Beberapa Bank?

Pengenaan tarif dilakukan per bank, bukan total di seluruh bank. Simpanan Rp 150 juta di Bank A dan Rp 150 juta di Bank B tetap kena tarif 10 persen di masing-masing bank, karena di setiap bank nilainya di bawah Rp 200 juta. Ini penting dipahami agar Anda tidak salah perkiraan tarif. Sebaliknya, memindahkan dana ke bank lain tidak mengurangi pajak secara keseluruhan; itu hanya menentukan tingkatan tarif yang berlaku di masing-masing bank.

Tarif 30 Persen untuk Dana Rp 5 Miliar ke Atas

Bagi nasabah dengan simpanan gabungan Rp 5 miliar atau lebih di satu bank, tarifnya 30 persen. Perlu dicatat, aturan ini berlaku untuk bunga yang timbul mulai 1 Januari 2022 dan terus berlaku hingga 2026 selama tidak ada perubahan regulasi baru. Selalu cek situs resmi Direktorat Jenderal Pajak untuk update tarif terbaru.

Cara Menghitung Pajak Bunga Deposito: Rumus dan Langkah

Rumus dasarnya:

Pajak = Bunga x Tarif, dan Bunga bersih = Bunga - Pajak

Langkah perhitungan:

  1. Hitung bunga bruto. Gunakan rumus: pokok x suku bunga x (jumlah hari / 360). Deposito 1 bulan biasanya dihitung 30 hari.
  2. Tentukan tarif. Cek total gabungan dana Anda di bank tersebut, lalu cocokkan dengan tabel di atas.
  3. Hitung pajak. Kalikan bunga bruto dengan tarif.
  4. Hitung bunga bersih. Kurangi bunga bruto dengan pajak. Nilai inilah yang masuk ke rekening Anda.

Contoh 1: Deposito Rp 100 Juta, Bunga 4 Persen, Tenor 1 Bulan

Bunga bruto = Rp 100.000.000 x 4 persen x (30/360) = Rp 333.333. Total simpanan di bawah Rp 200 juta, jadi tarifnya 10 persen. Pajak = Rp 333.333 x 10 persen = Rp 33.333. Bunga bersih = Rp 333.333 - Rp 33.333 = Rp 300.000 per bulan. Setara Rp 3,6 juta per tahun, efektif sekitar 3,6 persen per tahun setelah pajak.

Contoh 2: Deposito Rp 250 Juta, Bunga 4,25 Persen, Tenor 1 Bulan

Bunga bruto = Rp 250.000.000 x 4,25 persen x (30/360) = Rp 885.417. Karena total simpanan Rp 250 juta masuk rentang Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar, tarifnya 20 persen. Pajak = Rp 885.417 x 20 persen = Rp 177.083. Bunga bersih = Rp 885.417 - Rp 177.083 = Rp 708.334 per bulan.

Contoh 3: Deposito Rp 6 Miliar, Bunga 5 Persen, Tenor 1 Bulan

Bunga bruto = Rp 6.000.000.000 x 5 persen x (30/360) = Rp 8.333.333. Total simpanan Rp 5 miliar ke atas, tarifnya 30 persen. Pajak = Rp 8.333.333 x 30 persen = Rp 2.500.000. Bunga bersih = Rp 8.333.333 - Rp 2.500.000 = Rp 5.833.333 per bulan. Perhatikan, efektif setelah pajak hanya 3,5 persen per tahun. Pada level dana besar, negosiasi suku bunga khusus dengan bank biasanya memberi hasil lebih baik daripada menerima tarif standar.

Bedanya Deposito dengan Tabungan dan Reksa Dana dalam Sisi Pajak

Bunga tabungan juga dikenakan pajak final 20 persen, tapi ada satu perbedaan penting: dasar penghitungannya adalah bunga dikurangi biaya administrasi bulanan. Misalnya bunga tabungan Rp 20.000 dengan biaya admin Rp 15.000, dasar pajaknya hanya Rp 5.000, sehingga pajaknya Rp 1.000. Untuk saldo kecil, beban pajak tabungan terasa sangat ringan.

Untuk reksa dana pendapatan tetap dan obligasi, perlakuannya berbeda lagi. Kupon bunga obligasi negara seperti SBN ritel kena pajak final 10 persen flat, jauh lebih ringan dibanding deposito bermodal besar yang sudah masuk tingkat 20 atau 30 persen. Inilah salah satu alasan investor besar mendiversifikasi ke SBN. Jika Anda membandingkan instrumen, pastikan membandingkan bunga bersih setelah pajak, bukan angka bunga di brosur. Panduan memilih produk bisa dibaca di artikel Deposito Terbaik Indonesia 2026: Bunga Tertinggi dan Cara Memilih Bank dan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026: Rekomendasi dan Cara Memilih.

Instrumen Jenis Pajak Tarif
Bunga deposito Pajak final bertingkat 10 / 20 / 30 persen sesuai saldo gabungan
Bunga tabungan Pajak final 20 persen dari (bunga - biaya admin)
Kupon SBN / obligasi negara Pajak final 10 persen flat
Capital gain reksa dana pasar uang di RI Tidak dipotong di sumber 0 persen saat penjualan

Cara Cek dan Bayar Pajak Bunga Deposito

Kabar baiknya: Anda tidak perlu mengurus apa pun. Bank bertindak sebagai pemotong dan penyetor pajak. Setiap kali bunga deposito jatuh tempo, bank otomatis memotong pajaknya sebelum bunga masuk ke rekening. Notifikasi pemotongan biasanya muncul di e-statement atau bisa diminta melalui customer service.

Yang perlu Anda lakukan hanya dua hal. Pertama, simpan bukti pemotongan pajak dari bank sebagai arsip. Kedua, kalau deposito Anda dimiliki bersama atau atas nama badan usaha, pastikan struktur kepemilikan sudah sesuai kebutuhan, karena tarif mengikuti total dana atas nama yang sama di satu bank.

Karena pajaknya final, bunga deposito tidak perlu dilaporkan ulang di SPT Tahunan. Meski begitu, orang pribadi dengan penghasilan di atas standar tetap wajib lapor SPT tahunan untuk penghasilan lainnya. Jika Anda punya pertanyaan spesifik soal pelaporan, konsultasikan ke resmi DJP atau gunakan kanal layanan Kring Pajak.

Cara Sah Menghemat Pajak pada Dana Anda

Tujuan bagian ini bukan menghindari pajak, tapi memilih instrumen yang memang diberi perlakuan pajak lebih ringan oleh negara. Beberapa cara yang sah:

  • Pindah ke SBN ritel seperti ORI, SR, atau SBR. Kupon kena pajak final 10 persen flat, terlepas dari jumlah dana. Untuk dana di atas Rp 200 juta, hasil bersih SBN biasanya lebih baik daripada deposito dengan bunga serupa. Untuk strategi alokasi jangka panjang di instrumen lain, baca Reksa Dana Indeks Terbaik Indonesia 2026: Rekomendasi dan Cara Memilih.
  • Gunakan reksa dana pendapatan tetap atau pasar uang. Penghargaan berasal dari kupon obligasi yang sudah kena pajak 10 persen di tingkat penerbit, sehingga tidak ada potongan lagi ke nasabah.
  • Pecah penempatan antar bank secara wajar. Ini legal dan umum dilakukan, tapi ingat: tujuannya menjaga likuiditas dan menikmati promosi berbagai bank, bukan semata menghindari tarif 20 persen. Total pajak keseluruhan bisa jadi tetap sama atau bahkan lebih besar karena perbedaan suku bunga antar bank.
  • Pertimbangkan deposito atas nama berbeda, misalnya pasangan, sehingga total simpanan per nama tetap di bawah ambang batas. Ini sah karena dana memang milik berbeda, bukan pemecahan semu.

Satu hal yang perlu diingat: memecah dana untuk mengecoh ambang tarif boleh, tapi jangan sampai mengorbankan keamanan. Pastikan bank tujuan dijamin LPS. Dana dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank dengan syarat suku bunga di bawah tingkat penjaminan LPS. Dana di atas Rp 2 miliar per bank berisiko tidak dijamin penuh jika bank bermasalah. Pertimbangkan juga kewajiban keuangan rutin lain seperti iuran BPJS Kesehatan dalam rencana arus kas Anda, jangan sampai seluruh dana terkunci di deposito tenor panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua bunga deposito kena pajak?

Ya, semua bunga deposito dalam rupiah maupun valas di bank Indonesia kena pajak final. Tidak ada batas minimum. Pajak dipotong bank secara otomatis saat bunga jatuh tempo.

Kenapa pajak deposito bisa 20 persen atau 30 persen?

Sejak PP 98/2021 berlaku 1 Januari 2022, tarifnya bertingkat mengikuti total gabungan dana di satu bank: 10 persen di bawah Rp 200 juta, 20 persen untuk Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar, dan 30 persen untuk Rp 5 miliar ke atas.

Apakah bunga deposito kena pajak penghasilan lagi di SPT Tahunan?

Tidak. Pajaknya final. Cukup dipotong bank dan Anda tidak perlu menghitung ulang atau melaporkannya sebagai penghasilan kena pajak di SPT.

Bagaimana kalau saya punya deposito di dua bank berbeda?

Tarif dihitung per bank. Simpanan di Bank A dan Bank B tidak digabung. Masing-masing bank menentukan tarif berdasarkan total dana Anda di bank tersebut.

Apakah deposito valas (dolar AS, yen) juga kena pajak?

Ya, bunga deposito dalam mata uang asing kena pajak final dengan tarif bertingkat yang sama. Bank memotong pajak dari bunga valas sebelum masuk rekening Anda.

Apakah pajak deposito berlaku juga untuk deposito on call?

Ya, deposito on call dikenakan pajak final atas bunganya. Karena tenornya sangat pendek, pemotongan dilakukan saat penempatan berakhir.

Bank tidak memotong pajak, apakah saya yang harus bayar?

Dalam praktik normal, bank selalu memotong otomatis. Jika ada kejanggalan, hubungi bank Anda. Kewajiban pemotongan ada pada bank sebagai pihak yang membayarkan bunga, bukan pada nasabah.

Key Takeaways

  • Pajak bunga deposito adalah pajak final, dipotong bank otomatis, tidak perlu dilaporkan di SPT.
  • Tarif 2026 tetap bertingkat: 10 persen di bawah Rp 200 juta, 20 persen Rp 200 juta sampai di bawah Rp 5 miliar, 30 persen Rp 5 miliar ke atas.
  • Dasar tarifnya total gabungan dana (tabungan + giro + deposito) di satu bank, dihitung per bank.
  • Rumus: pajak = bunga bruto x tarif. Untuk Rp 100 juta bunga 4 persen, pajak sekitar Rp 33 ribu per bulan.
  • Untuk dana besar, SBN ritel dengan kupon kena pajak 10 persen flat sering lebih efisien daripada deposito.

Kesimpulan

Pajak bunga deposito bukan hal yang rumit, tapi sering bikin orang kaget saat bunga yang masuk lebih kecil dari angka di brosur. Setelah membaca artikel ini, Anda sudah tahu tarifnya bertingkat, dasarnya saldo gabungan per bank, dan cara menghitungnya sampai ke rupiah terakhir. Langkah berikutnya sederhana: cek saldo gabungan Anda di bank sekarang, tentukan tarif yang berlaku, lalu hitung bunga bersih deposito Anda. Kalau hasilnya terasa kecil, bandingkan dengan SBN ritel atau reksa dana pendapatan tetap sebelum menempatkan dana berikutnya. Keputusan kecil soal pajak hari ini bisa menambah jutaan rupiah dalam setahun.

Tentang Penulis
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial SeaMoneyTips yang berfokus pada edukasi keuangan personal untuk masyarakat Indonesia dan Singapura. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui halaman tentang kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *