Terakhir diperbarui: Oktober 2026 | SeaMoneyTips
Ringkasan
Sukuk ritel adalah instrumen investasi syariah milik negara yang bisa dibeli perorangan mulai Rp1 juta. Imbal hasilnya tetap, dibayarkan setiap bulan, dan dijamin langsung oleh pemerintah. Tahun 2026 pemerintah menerbitkan dua seri, yaitu SR024 dan SR025. SR025 yang ditawarkan 21 Agustus sampai 16 September 2026 berhasil menghimpun Rp29,77 triliun dari 93.548 investor. Bagi pemula, sukuk ritel cocok karena risikonya rendah, legalitasnya jelas, dan pembelian kini bisa dilakukan sepenuhnya online lewat bank atau platform investasi resmi.
Apa Itu Sukuk Ritel dan Apa Bedanya dengan Obligasi Biasa
Sukuk ritel adalah Surat Berharga Syariah Negara yang diterbitkan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dan dijual kepada orang perseorangan Warga Negara Indonesia. Kata kuncinya ada dua, yaitu syariah dan ritel. Syariah berarti produk ini memakai akad ijarah atau sewa, bukan bunga. Ritel berarti satuan pembeliannya kecil sehingga masyarakat biasa bisa ikut serta, tidak hanya institusi.
Saat kamu membeli sukuk ritel, secara teknis kamu membeli hak manfaat atas aset negara yang kemudian disewakan kembali kepada pemerintah. Imbal hasil bulanan yang kamu terima berasal dari nilai sewa tersebut. Skema inilah yang membuat produk ini sesuai prinsip syariah sekaligus tetap memberikan arus kas yang teratur.
Bedanya dengan obligasi konvensional seperti ORI ada pada akad dan nama imbal hasinya. ORI memakai istilah kupon berbasis bunga, sedangkan sukuk ritel memakai imbalan berbasis sewa. Dari sisi risiko dan jaminan, keduanya sama sama dijamin oleh negara. Pilihan antara keduanya lebih banyak ditentukan oleh preferensi akad, bukan oleh besarnya return semata.
Istilah Penting yang Wajib Dipahami Pemula
- SBSN: Surat Berharga Syariah Negara, payung hukum semua produk sukuk negara.
- Akad ijarah: kontrak sewa menyewa antara pemegang sukuk dan pemerintah.
- Tenor: jangka waktu investasi, pada seri terbaru tersedia 3 tahun dan 5 tahun.
- Kupon atau imbalan: persentase hasil per tahun yang dibayarkan rutin setiap bulan.
- Jatuh tempo: tanggal pokok investasi dikembalikan penuh oleh negara.
- SID: Single Investor Identification, nomor identitas investor yang wajib sebelum membeli.
Kondisi Sukuk Ritel 2026: SR024 dan SR025
Sepanjang 2026 pemerintah menjadwalkan dua penerbitan sukuk ritel. Seri pertama SR024 dibuka 6 Maret sampai 15 April 2026 dengan kupon 5,5 persen untuk tenor 3 tahun dan 5,9 persen untuk tenor 5 tahun. Seri kedua SR025 dibuka 21 Agustus sampai 16 September 2026 dengan kupon lebih tinggi, yaitu 6,80 persen untuk SR025T3 dan 6,90 persen untuk SR025T5. Tingkat imbalan SR025 menjadi yang tertinggi sejak 2020, karena itu antusiasmenya besar.
Bukti antusiasme itu terlihat dari data DJPPR. Masa penawaran SR025 yang semula mematok target Rp20 triliun ternyata ditutup dengan dana terhimpun Rp29,77 triliun dari 93.548 investor. Rinciannya Rp24,935 triliun masuk ke tenor 3 tahun dan Rp4,835 triliun ke tenor 5 tahun. Sejak dibuka 21 Agustus, pemesanan SR025 bahkan sempat melampaui capaian ORI sebelumnya yang menjadi pembanding utama.
Apakah saat ini masih bisa membeli? Masa penawaran SR025 sudah ditutup pada 16 September 2026 dan penetapan hasil penerbitan dilakukan pada 21 September 2026. Artinya saat artikel ini ditulis, jendela pembelian sukuk ritel seri terbaru sudah lewat. Namun ini bukan akhir dari segalanya. Pemerintah rutin menerbitkan seri baru setiap tahun, dan ada juga produk saudaranya yaitu Sukuk Tabungan Ritel atau SBR yang biasanya menyusul beberapa pekan setelah SR ditutup. Kalau melewatkan SR025, sikap terbaik adalah menyiapkan dana sejak sekarang dan memantau kalender SBN ritel resmi DJPPR untuk seri berikutnya.
Perbandingan SR024 vs SR025
| Aspek | SR024 | SR025 |
|---|---|---|
| Masa penawaran | 6 Maret sampai 15 April 2026 | 21 Agustus sampai 16 September 2026 |
| Kupon tenor 3 tahun | 5,5 persen per tahun | 6,80 persen per tahun |
| Kupon tenor 5 tahun | 5,9 persen per tahun | 6,90 persen per tahun |
| Dana terhimpun | Bagian dari realisasi SBN ritel 2026 | Rp29,77 triliun dari 93.548 investor |
| Status | Penawaran ditutup | Penawaran ditutup, diterbitkan 21 September 2026 |
Realisasi total penerbitan SBN ritel sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp124,2 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa instrumen negara untuk ritel bukan lagi produk kecil, melainkan salah satu pintu masuk utama masyarakat ke pasar pendapatan tetap.
Keunggulan dan Risiko Sukuk Ritel
Keunggulan
Keunggulan pertama adalah jaminan negara. Pembayaran imbal hasil bulanan dan pengembalian pokok saat jatuh tempo dijamin langsung oleh pemerintah, sehingga risiko gagal bayarnya nyaris nol. Kedua, kuponnya tetap dan cair setiap bulan, jadi cocok sebagai sumber passive income. Ketiga, akadnya syariah dengan skema ijarah sehingga aman bagi investor yang menghindari riba. Keempat, sukuk ritel bisa dijual kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, berbeda dengan SBR yang hanya bisa dijual ke pemerintah di hari tertentu. Kelima, pembelian sudah bisa online lewat aplikasi bank atau platform investasi, tanpa perlu datang ke kantor sekuritas.
Risiko yang Tetap Perlu Dipahami
Tidak ada investasi yang bebas risiko sepenuhnya. Pada sukuk ritel, risiko utamanya ada tiga. Pertama, risiko likuiditas di pasar sekunder. Kalau kamu menjual sebelum jatuh tempo, harga jualnya bisa di bawah harga beli tergantung kondisi pasar suku bunga saat itu. Kedua, risiko reinvestasi. Kupon yang cair bulanan perlu ditempatkan ulang, dan kalau suku bunga turun, hasil penempatan ulangnya ikut turun. Ketiga, risiko inflasi. Kupon 6,90 persen bersih setelah pajak sekitar 6,21 persen, jadi kalau inflasi naik tinggi, imbal hasil riilnya menipis. Risiko ini bukan alasan untuk menghindari sukuk ritel, tapi alasan untuk menempatkannya sesuai fungsinya, yaitu aset aman dengan arus kas stabil, bukan aset pertumbuhan utama.
Cara Beli Sukuk Ritel Langkah demi Langkah
Proses pembelian sukuk ritel kini jauh lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Semua bisa dilakukan dari ponsel. Berikut langkahnya.
- Siapkan dokumen: KTP, NPWP bila ada, rekening bank aktif, dan alamat email.
- Buat SID: Single Investor Identification dibuat melalui mitra distribusi. Prosesnya paling lama 3 hari kerja dan cukup sekali seumur hidup untuk semua produk SBN.
- Pilih mitra distribusi: bank konvensional, bank syariah, sekuritas, atau platform investasi yang terdaftar sebagai mitra resmi Kemenkeu. Cek daftarnya di situs DJPPR sebelum transaksi.
- Tunggu masa penawaran dibuka: kalender penerbitan SBN ritel diumumkan DJPPR setiap awal tahun. Jadwal bisa bergeser mengikuti kebijakan pemerintah.
- Lakukan pemesanan: buka menu SBN di aplikasi, pilih seri yang sedang ditawarkan, masukkan nominal. Minimal Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta.
- Bayar dan konfirmasi: dana akan ditahan sampai penetapan hasil penerbitan. Setelah itu, bukti kepemilikan SBN muncul di aplikasi dan kupon mulai cair bulanan.
Satu hal yang sering ditanyakan pemula adalah soal kapan kupon pertama cair. Kupon sukuk ritel dibayarkan setiap bulan pada tanggal yang ditetapkan dalam ringkasan penerbitan, dan pertama kali dibayar satu bulan setelah tanggal penerbitan. Jadi kalau seri diterbitkan 21 September, kupon pertama masuk sekitar 21 Oktober.
Simulasi Keuntungan Bulanan
Untuk membayangkan hasilnya, ambil contoh investasi Rp10 juta pada tenor 5 tahun dengan kupon 6,90 persen per tahun. Hasil bruto per tahun adalah Rp690 ribu atau sekitar Rp57.500 per bulan. Setelah pajak final 10 persen, kupon bersihnya 6,21 persen per tahun atau sekitar Rp51.750 per bulan. Dalam satu tahun bersihnya sekitar Rp621 ribu. Angkanya memang tidak memanjakan, tapi ingat fungsi sukuk ritel bukan mengejar return tertinggi, melainkan menyimpan dana di instrumen paling aman dengan arus kas yang pasti.
| Dana | Kupon bersih per bulan (T5, 6,21 persen) | Kupon bersih per tahun |
|---|---|---|
| Rp10 juta | sekitar Rp51.750 | sekitar Rp621 ribu |
| Rp50 juta | sekitar Rp258.750 | sekitar Rp3,1 juta |
| Rp100 juta | sekitar Rp517.500 | sekitar Rp6,21 juta |
Sukuk Ritel vs Deposito vs Reksa Dana Pendapatan Tetap
Banyak pemula ragu apakah lebih baik menaruh dana di sukuk ritel, deposito, atau reksa dana pendapatan tetap. Ketiganya masuk kategori pendapatan tetap, tapi karakternya berbeda.
| Aspek | Sukuk Ritel | Deposito | Reksa Dana Pendapatan Tetap |
|---|---|---|---|
| Pengelola | Pemerintah Indonesia | Bank | Manajer investasi |
| Imbal hasil | Kupon tetap 5,5 sampai 6,9 persen di 2026 | Bunga tetap saat pembukaan | Fluktuatif mengikuti pasar |
| Jaminan | Dijamin negara | Dijamin LPS maksimal Rp2 miliar per bank | Tidak ada jaminan |
| Arus kas | Bulanan | Biasanya saat jatuh tempo (ARO) | Saat dijual |
| Likuiditas | Bisa dijual di pasar sekunder | Potensi penalti bila dicairkan cepat | Bisa dijual setiap hari kerja |
| Pajak | PPh final 10 persen | PPh final 20 persen | Tidak dipotong di level NAV |
Dari tabel di atas terlihat posisi sukuk ritel: pajaknya lebih ringan dari deposito, jaminannya lebih tinggi dari reksa dana, dan arus kasnya paling teratur. Namun deposito unggul pada fleksibilitas tenor pendek, dan reksa dana unggul pada likuiditas harian. Kalau ragu memilih, kamu bisa membaca perbandingan reksa dana dan deposito untuk melihat sisi lain dari dua instrumen tersebut.
Strategi Mengatur Portofolio dengan Sukuk Ritel
Sukuk ritel paling optimal kalau ditempatkan sebagai fondasi portofolio, bukan sebagai satu satunya investasi. Prinsipnya sederhana. Dana darurat dan dana jangka pendek sebaiknya dipisah, sebagian di tabungan likuid dan sebagian di instrumen pendapatan tetap yang stabil. Sukuk ritel cocok mengisi bagian kedua ini, misalnya dana untuk biaya pendidikan tiga tahun lagi atau dana persiapan pensiun yang tidak boleh goyah.
Perbandingan yang sehat untuk pemula misalnya seperti ini. Alihkan 40 sampai 50 persen dana jangka panjang ke instrumen aman seperti sukuk ritel atau obligasi SBN lainnya, 30 sampai 40 persen ke reksa dana saham atau campuran untuk pertumbuhan, dan sisanya ke emas sebagai lindung nilai. Porsi ini bukan aturan mati, tapi pola awal yang bisa disesuaikan dengan toleransi risiko. Konsep dasarnya sudah kita bahas di artikel strategi diversifikasi investasi.
Karena kupon cair setiap bulan, sukuk ritel juga bagus dipakai sebagai mesin passive income kecil. Kupon bulanan bisa dialihkan otomatis ke reksa dana pasar uang lewat fitur autoinvest, sehingga uang hasil kupon tidak menganggur di tabungan. Pola seperti ini yang membedakan investor yang sekadar menabung dengan investor yang memutar arus kasnya.
Pajak Sukuk Ritel dan Aturan yang Perlu Diketahui
Imbal hasil sukuk ritel dikenakan PPh final 10 persen yang sudah dipotong langsung saat pembayaran kupon. Kamu tidak perlu lapor sendiri potongan ini karena bank atau mitra distribusi memotongnya secara otomatis. Untuk pembanding, bunga deposito dikenakan PPh final 20 persen, jadi secara pajak sukuk ritel jelas lebih efisien.
Aturan penting lain yang perlu diketahui: sukuk ritel bisa dialihkan atau dihibahkan dan menjadi bagian warisan. Bagi investor yang sudah berkeluarga, ini nilai plus karena aset negara ini bisa diteruskan ke ahli waris tanpa drama administratif berlebihan. Kaitannya dengan pajak pada instrumen lain, kamu bisa membaca panduan pajak bunga deposito untuk melihat bedanya dengan instrumen bank.
Terakhir, ingat bahwa dana hasil penerbitan sukuk ritel dipakai pemerintah untuk membiayai proyek negara melalui skema sewa aset. Artinya setiap rupiah yang kamu tanam ikut membiayai pembangunan infrastruktur dalam kerangka syariah. Ini aspek non finansial yang sering membuat investor nyaman berada lama di instrumen ini.
FAQ Sukuk Ritel
Apakah sukuk ritel halal?
Ya. Sukuk ritel diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dengan akad ijarah atau sewa menyewa, bukan bunga. Struktur dan dokumennya melalui proses fatwa Dewa Syariah Nasional sebelum diterbitkan, sehingga halal bagi investor yang menghindari riba.
Berapa modal minimal membeli sukuk ritel?
Minimal Rp1 juta dengan kelipatan Rp1 juta. Untuk SR025, maksimal pembelian per individu adalah Rp5 miliar untuk tenor 3 tahun dan Rp10 miliar untuk tenor 5 tahun.
Apakah sukuk ritel bisa ditarik sebelum jatuh tempo?
Bisa dijual di pasar sekunder melalui mitra distribusi atau bursa. Perlu diingat, harga jualnya bisa di atas atau di bawah harga beli tergantung kondisi pasar saat itu, jadi bukan pencairan penuh dijamin balik modal.
Kapan kupon sukuk ritel dibayarkan?
Setiap bulan. Pembayaran pertama biasanya satu bulan setelah tanggal penerbitan seri, dan berlanjut rutin sampai jatuh tempo. Nominalnya pasti karena kuponnya tetap.
Apakah sukuk ritel kena pajak?
Ya, dikenakan PPh final 10 persen yang dipotong otomatis dari kupon. Bersih SR025 menjadi sekitar 6,12 persen untuk tenor 3 tahun dan 6,21 persen untuk tenor 5 tahun.
Bedanya sukuk ritel SR dan sukuk tabungan SBR apa?
Keduanya SBN syariah untuk perorangan, tapi SR bisa dijual bebas di pasar sekunder, sedangkan SBR hanya bisa dijual kembali ke pemerintah pada tanggal tertentu. Karena likuiditasnya lebih tinggi, SR biasanya kuponnya sedikit lebih rendah dari SBR.
Kapan jadwal sukuk ritel seri berikutnya setelah SR025?
Pemerintah biasanya menerbitkan dua seri SR dan satu sampai dua seri SBR dalam satu tahun, namun jadwal resmi diumumkan DJPPR Kemenkeu. Cara terbaik adalah memantau situs djppr.kemenkeu.go.id atau mengikuti kabar di media keuangan.
Apakah sukuk ritel cocok untuk dana darurat?
Sebagian cocok. Dana darurat yang harus selalu likuid sebaiknya di tabungan atau reksa dana pasar uang. Sukuk ritel lebih cocok untuk dana yang tidak akan dipakai dalam 3 sampai 5 tahun, dengan bonus kupon bulanan.
Key Takeaways
- Sukuk ritel adalah SBSN untuk investor individu, akad ijarah, imbal hasil tetap cair bulanan, dijamin negara.
- SR025 menawarkan kupon 6,80 persen untuk 3 tahun dan 6,90 persen untuk 5 tahun, tertinggi sejak 2020.
- Penawaran SR025 menghimpun Rp29,77 triliun dari 93.548 investor, jauh di atas target Rp20 triliun.
- Minimal beli Rp1 juta, pajak final 10 persen, bisa dijual di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.
- Tempatkan sukuk ritel sebagai fondasi aman portofolio, bukan sebagai satu satunya instrumen.
Kesimpulan
Sebagai pemerintah Indonesia, penerbit sukuk ritel adalah Kementerian Keuangan melalui DJPPR, dan kredibilitas inilah yang menjadi daya tarik utamanya. Sukuk ritel 2026 membuktikan bahwa instrumen negara tetap jadi favorit masyarakat. Dengan kupon 6,80 sampai 6,90 persen, jaminan pemerintah, dan pembelian yang bisa dari ponsel, produk ini layak masuk portofolio siapa pun yang ingin arus kas stabil tanpa drama. Karena penawaran SR025 sudah ditutup, langkah terbaik sekarang adalah menyiapkan SID, menyiapkan dana, dan memantau kalender penerbitan berikutnya. Pelan tapi pasti lebih baik daripada mengejar return tinggi dengan risiko yang tidak dipahami.
Artikel ini ditulis oleh Tim Editorial SeaMoneyTips yang berfokus pada edukasi keuangan personal untuk masyarakat Indonesia dan Singapura. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui halaman tentang kami.
Artikel terbaru: Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik 2026 dan Pajak Investasi Indonesia 2026
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan. Angka kupon dan jadwal penawaran dapat berubah mengikuti kebijakan Kementerian Keuangan. Selalu cek pengumuman resmi DJPPR sebelum berinvestasi.